Deret Berkala Presentase Penduduk Miskin di DKI Jakarta Tahun 2008-2013 Dan Peramalan jumlah Penduduk Miskin Di DKI Jakarta 2016
Deret Berkala Presentase Penduduk Miskin di DKI
Jakarta Tahun 2008-2013
Dan Peramalan jumlah
Penduduk Miskin DKI Jakarta 2016
Nurkholis Abdul Majid(1306102)
Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Tekhnologi
Garut (STTG)
Jalan Mayor Syamsu No. 2,Telp.
(0262) 232773, Tarogong Kidul – Garut 44151
Email:nurkholisabdulmajid@gmail.com
1306102@sttgarut.ac.id
2015
ABSTRAK
Deret waktu adalah kumpulan data-data yang
merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat
dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki
periode waktu yang berurutan.
Yang akan dibahas kali ini adalah mengenai data Penduduk
Miskin di DKI Jakarta. Mengapa ini menjadi salah satu topik yang menarik untuk
dibahas karena salah satu hal yang perlu ditangani di negeri kita ini adalah
mengenai prestasi
Dari data yang
diperoleh dari Badan Pusat Statistik Garut mengenai jumlah data Penduduk Miskin
dari tahun 2008-2013 dapat diramalkan persentasenya 3 tahun kedepan. Ternyata
setelah dilakukan analisis terhadap ketiga trend tersebut,. Dengan demikian dapat diketahui jumlah Penduduk Miskin di DKI Jakarta tahun
2016 adalah 47,153
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Deret waktu
(time series) dapat digunakan oleh
suatu manajemen sebagai landasan untuk membuat keputusan baik di masa sekarang
maupun di masa yang akan datang. Karena biasanya kejadian di masa yang lalu
akan berlanjut di masa yang akan datang.
Deret waktu adalah kumpulan data-data yang
merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat
dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki
periode waktu yang berurutan.
Yang akan dibahas kali ini adalah mengenai data jumlah
Penduduk Miskin di DKI Jakarta.
Kata Kunci: Penduduk Miskin, trend, linear, kuadrat, eksponen
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang di uraikan, maka permasalahan yang akan diidentifikasi
dalam makalah ini yaitu:
1. Bagaimana mencari data Penduduk
Miskin dalam trend linear?
2. Bagaimana mencari data Penduduk
Miskin dalam trend kuadrat?
3. Bagaimana mencari data Penduduk
Miskin dalam trend eksponen?
4. Bagaimana memilih trend terbaik yang
sesuai dengan harapan?
1.3 Tujuan Masalah
Adapun
tujuan penulisan makalah ini, yaitu untuk mengetahui:
1. Data Penduduk Miskin dalam trend
linear
2. Data Penduduk Miskin dalam trend
kuadrat
3. Data Penduduk Miskin dalam trend
eksponen
4. Memilih trend terbaik yang sesuai
dengan harapan.
BAB II
LANDASAN TEORI
Deret waktu
(time series) dapat digunakan oleh
suatu manajemen sebagai landasan untuk membuat keputusan baik di masa sekarang
maupun di masa yang akan datang. Karena biasanya kejadian di masa yang lalu
akan berlanjut di masa yang akan datang.
Deret waktu adalah kumpulan data-data yang
merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat
dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki
periode waktu yang berurutan.
2.1 Komponen Deret Waktu
Terdapat empat komponen deret
waktu, yaitu trend, siklus, musim dan tak beraturan
(irregular).
Trend (T) adalah deret waktu yang
memiliki kecenderungan naik atau turun dalam jangka panjang yang nilainya cukup
rata (smooth). Siklus (C) adalah deret waktu
yang berkarakteristik nilai naik dan turun dalam satu periode yang lebih dari
satu tahun.
Musim (S) adalah deret waktu yang
memiliki pola perubahan nilai dalam kurun waktu satu tahun. Pola ini kemudian
berulang pada tahun berikutnya.
Irregular (I) adalah deret waktu yang
memiliki nilai naik turun tidak beraturan dan tidak dapat diprediksi
2.2 Trend
Linier
Sering kali
data deret waktu jika digambarkan ke dalam plot mendekati garis lurus. Deret
waktu seperti inilah yang termasuk dalam trend linier. Persamaan trend linier adalah sebagai
berikut: Yt = a + bt
Di mana Yt
menunjukkan nilai taksiran Y pada nilai t tertentu. Sedangkan a adalah nilai intercept dari Y, artinya nilai Yt akan sama dengan a jika nilai t = 0. Kemudian b adalah
nilai slope artinya besar kenaikan nilai Yt pada setiap nilai t. Dan nilai t sendiri adalah nilai tertentu yang menunjukkan periode waktu.
2.2.1 Metode Least Square
Untuk
menentukan nilai Yt pada trend linier, kita dapat menggunakan metode least
square. Persamaan umum least square adalah: Yt = a + bt
Dengan nilai a dan b diperoleh dari formula:
2.3 Trend
Kuadratik
Jika trend linier merupakan deret waktu yang berupa garis lurus, maka trend kuadratik merupakan deret waktu
dengan data berupa garis parabola.
Persamaan untuk trend kuadratik adalah: Yt = a + bt
+ ct2
2.4 Trend
Eksponensial
Untuk
mengukur sebuah deret waktu yang mengalami kenaikan atau penurunan yang cepat
maka digunakan metode trend eksponensial.
Dalam metode ini digunakan persamaan: Yt = a . bt
Tetapi dalam
melakukan perhitungannya, persamaan di atas dapat diubah dalam bentuk semi log
sehingga memudahkan untuk mencari nilai a
dan b.
TREND
EKSPONENSIAL
2. 5 Memilih
Trend Terbaik
Untuk
membuat suatu keputusan yang akan dilakukan di masa yang akan datang
berdasarkan deret waktu diperlukan suatu metode peramalan yang paling baik
sehingga memiliki nilai kesalahan yang cenderung kecil. Terdapat beberapa cara
untuk menentukan metode peramalan mana yang akan dipilih sebagai metode
peramalan yang paling baik. Antara lain mean
square error (MSE), mean absolute
error (MAE) dan mean absolute
percentage error (MAPE). Berikut adalah formula untuk MSE, MAE dan MAPE:
BAB III
KERANGKA KERJA
Dalam
penelitian kali ini kerangka kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Memilih topik yang akan dibahas
2. Menentukan dan mengetahui kebutuhan informasi menegenai topik tersebut
3. Mencari data deret waktunya yang sudah ada (fakta
4. Menentukan kapan waktu yang akan kita ramalkan
5. Membuat analisis mengenai trend yang dapat dilakukan
6. Memilih trend terbaik
BAB IV
HASIL dan PEMBAHASAN
4.1 Trend Linear
Untuk
mencari persamaan Least Square, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel
di bawah ini yang diperoleh dari rumus berikut:
a = ∑Y / n =
160,52 / 6 = 26, 75333
b = ∑XY / ∑X2
= 64,6/19 = 3,4
YLinear = 26,7533 + (3,4X)
ELinear = (Y-Ylinear)2
|
tahun
|
Y
|
X
|
XY
|
X2
|
Ylinier
|
Error L
|
|
2008
|
28,56
|
-2
|
-57,12
|
4
|
19,95333
|
74,07471111
|
|
2009
|
27,88
|
-1
|
-27,88
|
1
|
23,35333
|
20,49071111
|
|
2010
|
27,78
|
0
|
0
|
0
|
26,75333
|
1,054044444
|
|
2011
|
26,8
|
1
|
26,8
|
1
|
30,15333
|
11,24484444
|
|
2012
|
25,7
|
2
|
51,4
|
4
|
33,55333
|
61,67484444
|
|
2013
|
23,8
|
3
|
71,4
|
9
|
36,95333
|
173,0101778
|
|
Jumlah
|
160,52
|
|
64,6
|
19
|
170,72
|
341,5493333
|
|
Linier
|
A
|
26,75333
|
||||
|
B
|
3,4
|
|||||
|
Persanaan
linier = 26,7533+(3,4X)
|
||||||
4.2 Trend Kuadrat
Untuk
mencari persamaan trend
kuadrat, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini.
YKuadrat = 18459,78+ (0,178947X)+
(2915,52X2)
EKuadrat = (Y-YKuadrat)2
|
tahun
|
Y
|
X
|
XY
|
X2
|
X2Y
|
X4
|
Ykuadrat
|
Error K
|
||||
|
2008
|
28,56
|
-2
|
-57,12
|
4
|
114,24
|
16
|
30121,5
|
90 5585046,6
|
||||
|
2009
|
27,88
|
-1
|
-27,88
|
1
|
27,88
|
1
|
21375,12
|
455704663,5
|
||||
|
2010
|
27,78
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
18459,78
|
339738605,4
|
||||
|
2011
|
26,8
|
1
|
26,8
|
1
|
26,8
|
1
|
21375,48
|
455766055,7
|
||||
|
2012
|
25,7
|
2
|
51,4
|
4
|
102,8
|
16
|
30122,22
|
905800271,4
|
||||
|
2013
|
23,8
|
3
|
71,4
|
9
|
214,2
|
81
|
44699,99
|
1995962227
|
||||
|
Jumlah
|
160,52
|
64,6
|
19
|
485,92
|
115
|
166154,1
|
5058556869
|
|||||
|
Kuadrat
|
A
|
18459,78
|
||||||||||
|
B
|
0,178947
|
|||||||||||
|
C
|
2915,52
|
|||||||||||
|
Persamaan Kuadrat = 18459,78 + (0,178947X) + (2915,52X2)
|
||||||||||||
4.3 Trend Eksponensial
Untuk
mencari persamaan trend
eksponensial, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini yang diperoleh
dari rumus berikut:
YKuadrat = 26,70369433 x 4,8069E+35x
EEksponen = (Y-YEksponen)2
|
tahun
|
Y
|
X
|
log Y
|
X log Y
|
Yeksponen
|
Error eks
|
||||
|
2008
|
28,56
|
-2
|
1,455758
|
-2,91151641
|
0,003656439
|
815,4647576
|
||||
|
2009
|
27,88
|
-1
|
1,445293
|
-1,44529277
|
0,061888072
|
773,8473513
|
||||
|
2010
|
27,78
|
0
|
1,443732
|
0
|
1,443732241
|
693,5989995
|
||||
|
2011
|
26,8
|
1
|
1,428135
|
1,428134794
|
43,06302449
|
264,4859655
|
||||
|
2012
|
25,7
|
2
|
1,409933
|
2,819866247
|
1587,339619
|
2438718,3
|
||||
|
2013
|
23,8
|
3
|
1,376577
|
214,2
|
69464,25049
|
4821976164
|
||||
|
Jumlah
|
160,52
|
8,559428
|
214,0911919
|
71096,16241
|
4824417430
|
|||||
|
Eksponsial
|
a
|
26,70369433
|
||||||||
|
b
|
4,8069E+35
|
|||||||||
|
Persamaan Eksponsial = 26,70369433 *
(4,8069E+35x)
|
||||||||||
4.4 Memilih Trend Terbaik
Berikut ini
merupakan hasil dari perhitungan ketiga trend:
|
Pencarian nilai data penduduk miskin di
DKI Jakarta 2008-2016
|
|||
|
Linier/Tahun
|
X
|
Nilai
|
|
|
Linier =Y^2008
|
-2
|
19,953
|
|
|
Linier =Y^2009
|
-1
|
23,353
|
|
|
Linier =Y^2010
|
0
|
26,753
|
|
|
Linier =Y^2011
|
1
|
30,153
|
|
|
Linier =Y^2012
|
2
|
33,553
|
|
|
Linier =Y^2013
|
3
|
36,953
|
|
|
Linier =Y^2014
|
4
|
40,353
|
|
|
Linier =Y^2015
|
5
|
43,753
|
|
|
Linier
=Y^2016
|
6
|
47,153
|
|
Jadi, Jumlah presentasi penduduk Miskin di DKI Jakarta
pada tahun 2016 diperkirakan adalah ada 47,153
yang merupakn hasil dari pendekatan berdasarkan trend ekponensial Y2017
BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Kesimpulannya, data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik DKI
Jakarta mengenai jumlah data Presentase Penduduk Miskin dari tahun 2008-2013
dapat diramalkan persentasenya 3 tahun kedepan dengan menggunakan deret waktu
dan permalan menggunakan tren linear, kuadrat, dan eksponensial. Ternyata
setelah dilakukan analisis terhadap ketiga trend tersebut, maka dapat
ditentukan trend yang terpilih adalah tren eksponensial dengan hasil sebagai
berikut:
|
Pencarian nilai data penduduk miskin di
DKI Jakarta 2008-2016
|
|||
|
Linier/Tahun
|
X
|
Nilai
|
|
|
Linier =Y^2008
|
-2
|
19,953
|
|
|
Linier =Y^2009
|
-1
|
23,353
|
|
|
Linier =Y^2010
|
0
|
26,753
|
|
|
Linier =Y^2011
|
1
|
30,153
|
|
|
Linier =Y^2012
|
2
|
33,553
|
|
|
Linier =Y^2013
|
3
|
36,953
|
|
|
Linier =Y^2014
|
4
|
40,353
|
|
|
Linier =Y^2015
|
5
|
43,753
|
|
|
Linier =Y^2016
|
6
|
47,153
|
|
DAFTAR PUSTAKA
Satria, Eri.
2015. Deret Berkala dan Peramalan.







Komentar
Posting Komentar