Jurnal DIstribusi Frequensi Data Numerik
Pengukuran 50 Data File Fhoto Pemandangan
Nurkholis
Abdul Majid(1306102)
Program
Studi Teknik
Informatika
Sekolah
Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor
Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email2 : Nurkholisabdulmajid@gmail.com
Abstrak
– Statistika merupakan ilmu yang
berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil
penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika
dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.
jurnal
ini membahas bagaimana penulis mengukur ukuran file dari ke 50 data file fhoto pemandangan, penulis mengukur ukuran file
berdasarkan satuan MegaByte . Setelah
terkumpul ke 50 data, lalu disajikan dalam Data Distribusi Frekuensi dan Data
Numerik atau terpusat. Penyajian distribusi frekuensi terdiri dari distribusi
frekuensi kumulatif, histogram frekuensi, polygon frekuensi, dan ogif . Sedangkan
penyajian data terpusatnya untuk menghitung nilai Mean (rata-rata), median,
modus, dan ukuran letak dari kuartil, desil dan persentil.
Kata
Kunci – Frekuensi, Grafik, Median, Modus, Kuartil, Desil, Persentil
I.
PENDAHULUAN
Tabel
Distribusi Frekuensi
Tabel Frekuensi adalah tabel yang menyajikan hasil percobaan dengan seluruh
kemungkinan dinyatakan dengan variabel (angka-angka) disertai dengan frekuensi
dan nilai probabilitas. Yang dimana dalam menghitung Tabel Frekuensi
menggunakan bagian dari Kelas/Class, Batas kelas, Panjang kelas, Frekuensi, Nilai tengah.
Kelas
Kelas
( Class ) Pengelompokan individu atau item dari data ( Class ) yang diobservasi
kedalam batas – batas nilai tertentu
Batas
kelas
Bilangan
– bilangan yang membatasi kelas – kelas ( class limit ) tertentu, yang memiliki
2 macam pengertian:
a. Batas Kelas / ujung kelas ( State
Class Limit ) yaitu bilangan - bilangan yang tertera didalam suatu distribusi
frekeuensi yang membatasi kelas – kelas tertentu yang terdiri dari :
·
Batas bawah kelas / Ujung bawah kelas (Lower State Class
limit/ LCL) Adalah bilangan yang paling kecil yang membatasi kelas tertentu.
·
Batas atas kelas/Ujung atas kelas (Upper State Class limit/
UCL) Bilangan yang paling besar yang membatasi kelas tertentu.
b. Batas kelas sebenarnya / Tepi
kelas ( Class Boundaries ) yaitu bilangan:
·
Batas bawah kelas sebenarnya/tepi bawah kelas ( Lower Class
Boundaries / LCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas
sebelumnya dengan ujung bawah kelas yang bersangkutan.
·
Batas atas kelas sebenarnya/tepi atas kelas ( Upper Class
Boundaries / UCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas yang
bersangkutan dengan ujung bawah kelas yang berikutnya.
Panjang
kelas
Panjang
kelas /Lebar kelas / Ukuran Kelas ( Class interval / Class Size ) à Ci Bilangan – bilangan yang
menunjukkan panjang / lebar / ukuran dari tiap – tiap kelas yang diperoleh
dengan cara mengurangkan batas bawah kelas berikutnya dengan batas kelas yang
bersangkutan.
Frekuensi
Angka
yang menunjukkan banyaknya data individual yang terdapat dalam satu kelas.
Nilai
tengah
Nilai
tengah/ titik tengah/tanda kelas ( Midpoint / Class Mark ) adalah
bilangan – bilangan yang dapat mewakili kelas – kelas tertentu yang
diperoleh dengan jalan atau cara merata – ratakan batas kelas yang
bersangkutan.
Ukuran
Pemusatan Data
Ukuran
Pemusatan Data adalah bilangan atau keterangan yang dapat mewakili deretan
bilangan atau deretan keterangan tertentu atau suatu nilai yang mewakili suatu
kelompok data yang pada umunya mempunyai kecenderungan terletak di tengah –
tengah dan memusat dalam suatu kelompok data yang disusun menurut besar
kecilnya nilai data.
Histogram
Histogram adalah grafik berbentuk batang yang
digunakan untuk menggambarkan bentuk distribusi frekuensi. Histogram merupakan
diagram balok, karena frekuensi disajikan dalam bentuk balok. Histogram
menghubungkan antara tepi kelas interval pada sumbu horizontal (X) dan
frekuensi setiap kelas pada sumbu vertical (Y).
Polygon
Polygon hampir sama dengan histogram , perbedaanya
histogram menggunakan balok, sedangkan polygon menggunakan garis yang
menghubungkan titik-titik yang merupakan koordinat antara niali tengah kelas
dengan jumlah frekuensi pada kelas tersebut. Titik tengah kelas merupakan
representasi dari karakter kelas dan nilai tengah ini menggantikan posisi
interval kelas pada diagram histogram. Pada grafik polygon , sumbu horizontal
merupakan nilai tengah kelas dan sumbu vertical adalah jumlah frekuensi setiap
kelas.
Ogive
Kurva ogive merupakan diagram garis yang menunjukkan
kombinasi antara interval kelas dengan frekuensi kumulatif. Kurva ogif
menunjukkan frekuensi kumulatif pada setiap tingkat atau kategori. Sumbu
horizontal pada kurva ogif menunjukkan tepi interval kelas dan sumbu vertical
menunjukkan frekuensi kumulatif. Kurva ogive memudahkan kita untuk melihat
frekuensi kumulatif baik dalam bentuk nilai absolute maupun nilai relative pada
tingkat atau interval tertentu.
II.
URAIAN PENELITIAN
A.
Tahap Telah
|
50
data file fhoto pemandangan
|
|
53
|
|
90
|
|
41
|
|
27
|
|
95
|
|
24
|
|
47
|
|
44
|
|
113
|
|
132
|
|
13
|
|
19
|
|
20
|
|
37
|
|
40
|
|
46
|
|
67
|
|
65
|
|
257
|
|
104
|
|
28
|
|
51
|
|
62
|
|
49
|
|
10
|
|
31
|
|
71
|
|
99
|
|
121
|
|
173
|
|
25
|
|
22
|
|
78
|
|
15
|
|
75
|
|
17
|
|
73
|
|
148
|
|
160
|
|
159
|
|
38
|
|
56
|
|
82
|
|
73
|
|
54
|
|
33
|
|
85
|
|
239
|
|
178
|
|
119
|
|
68
|
Penyajian Distribusi Frekuensi :
1.
Menentukan jangkauan (range) dari
data (R).
Jangkauan = data terbesar – data terkecil.
R = 239 – 10
R
= 229
2. Menentukan
banyaknya kelas (K).
K = 2k> n , n :
banyaknya data.
K = 26> 50 , 65>
50.
K = 6.
3. Menentukan
panjang interval kelas.
Panjang
interval kelas (i) = Jangkauan (R) / Jumlah Kelas (K)
i = 229/6
i = 38,16666667=38,2
4. Menentukan
batas bawah kelas pertama. Tepi bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data
terkecil atau data yang berasal dari pelebaran jangkauan (data yang lebih kecil
dari data data terkecil) dan selisihnya harus kurang dari panjang interval
kelasnya.
|
Tepi
Bawah
|
Tepi
Atas
|
frequensi
|
f-Relatif
|
|
10
|
48,1
|
20
|
40%
|
|
48,2
|
86,3
|
16
|
32%
|
|
86,4
|
124,5
|
7
|
14%
|
|
124,6
|
162,7
|
4
|
8%
|
|
162,8
|
200,9
|
2
|
4%
|
|
201
|
239,1
|
1
|
2%
|
|
Histogram
Frequensi
|
||||
|
Tepi Bawah
|
Tepi Atas
|
Batas Bawah
|
Batas atas
|
Frequensi
|
|
10
|
48,1
|
9,95
|
48,15
|
20
|
|
48,2
|
86,3
|
48,15
|
86,35
|
16
|
|
86,4
|
124,5
|
86,35
|
124,55
|
7
|
|
124,6
|
162,7
|
124,55
|
162,75
|
4
|
|
162,8
|
200,9
|
162,75
|
200,95
|
2
|
|
201
|
239,1
|
200,95
|
239,15
|
1
|
|
Poligon Frequensi
|
|||
|
Tepi Bawah
|
Tepi Atas
|
Nilai Tengah
|
frequensi
|
|
|
|
|
|
|
10
|
48,1
|
29,05
|
20
|
|
48,2
|
86,3
|
67,25
|
16
|
|
86,4
|
124,5
|
105,45
|
7
|
|
124,6
|
162,7
|
143,65
|
4
|
|
162,8
|
200,9
|
181,85
|
2
|
|
201
|
239,1
|
220,05
|
1
|
|
|
|
|
|
|
ogif
|
|||
|
kurang dari
|
f. Komulatif
|
lebih dari
|
f. komulatif
|
|
<9.95
|
0
|
<9.95
|
50
|
|
<48.1
|
20
|
<48.1
|
30
|
|
<86.3
|
36
|
<86.3
|
14
|
|
<124.5
|
43
|
<124.5
|
7
|
|
<162.7
|
47
|
<162.7
|
3
|
|
<200.9
|
49
|
<200.9
|
1
|
|
<239.1
|
50
|
<239.1
|
0
|
Penyajian Data Numerik :
Penyajian Data Numerik diperoleh
dari data yang sudah ada yaitu dari data Batas Bawah, Batas Atas, Frekuensi dan
Frekuensi Kumulatif yang membantu memperoleh nilai yang di inginkan
|
Batas Bawah
|
Batas atas
|
Frequensi
|
f. komulatif
|
|
9,95
|
48,15
|
20
|
20
|
|
48,15
|
86,35
|
16
|
36
|
|
86,35
|
124,55
|
7
|
43
|
|
124,55
|
162,75
|
4
|
47
|
|
162,75
|
200,95
|
2
|
49
|
|
200,95
|
239,15
|
1
|
50
|
MEAN
Mean = jumlah
nilai data pengamatan / banyaknya data anggota sampel.
Mean = 3826/50
Mean =76.52
MEDIAN
Untuk menentukan hasil dari
median, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumus yaitu sbb :

Gambar 1.1
Dengan
:
L :
Batas bawah kelas frekuensi yang mengandung median
i : interval kelas/lebar kelas
n : banyaknya data
F :
frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung
median
f : frekuensi kelas yang mengandung median
Jadi
:
L : banyaknya
data anggota sampel / 2.
50 / 2
= 25
Kalau di lihat dari Frekuensi Kumulatif angka ‘25’
terletak pada baris ke-2 yaitu 36, jadi untuk L ditentukan dari batas bawah
kelas pada baris 2, yaitu :48,15
|
Batas Bawah
|
Batas atas
|
Frequensi
|
f.
komulatif
|
|
9,95
|
48,15
|
20
|
20
|
|
48,15
|
86,35
|
16
|
36
|
|
86,35
|
124,55
|
7
|
43
|
|
124,55
|
162,75
|
4
|
47
|
|
162,75
|
200,95
|
2
|
49
|
|
200,95
|
239,15
|
1
|
50
|
i : 38,2
n : 50
F : 20
f : 16
Med
= L + i (n/2 – F)
F
Med = 48,15+ 38,2
(50/2
– 20)
16
Med
= 48,15+ 38,2 (25 – 20)
16
Med
= 48,15+ 38,2 (5)
16
Med
= 60,0875
MODUS
Untuk menentukan hasil dari modus,
diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumusnya yaitu sbb :

Gambar 1.2
Dengan
:
L : batas bawah kelas yang mengandung modus
i : interval kelas/lebar kelas
d1 : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya
d2 : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya
Jadi
:
L : 48,15
(penjelasan sama dengan yang diatas)
i : 38,2
d1 : 16
– 20 = -4
d2 : 16
– 7 = 9
Mod = L + i (
d1 )
d1+d2
Mod = 48,15 + 38,2
( -4 )
-4+9
Mod = 48,15 + 38,2
(-4)
5
Mod = 17,59
KUARTIL
Kuartil, membagi data menjadi seperempat bagian yang sama untuk data-nya menggunakan
rumus sbb :

Gambar 1.4
Dengan :
Qk = kuartil ke-k, dimana k=1, 2 atau 3
n = banyaknya data sampel
i = interval kelas/lebar kelas
L = batas bawah kelas yang mengandung kuartil ke-k
F = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung kuartil ke-k
f = frekuensi kelas yang mengandung kuartil ke-k
Jadi :
n : 50
i : 38,2
L : 48,15
(penjelasan sama dengan yang diatas)
F : 20
f : 16
k :
1, 2, 3
k = 1
> Q1 = L + i (k.n/4-F)
f
Q1 = 48,15 + 38,2 (1.50/4-20)
16
Q1 = 48,15 + 38,2 (50/4-20)
16
Q1 = 48,15 + 38,2 (12,5-20)
16
Q1 = 48,15 + 38,2 (-7,5)
16
Q1 = 30,24375
k = 2
> Q2 = L + i (k.n/4-F)
f
Q2 = 48,15 + 38,2 (2.50/4-20)
16
Q2 = 48,15 + 38,2 (100/4-20)
16
Q2 = 48,15 + 38,2 (25-20)
16
Q2
= 48,15 + 38,2 (5)
16
Q2 = 60,0875
k
= 3 >
Q3 = L + i (k.n/4-F)
f
Q3 = 48,15
+ 38,2 (3.50/4-20)
16
Q3 = 48,15
+ 38,2 (150/4-20)
16
Q3 = 48,15
+ 38,2 (37,5-20)
16
Q3 = 48,15
+ 38,2 (17,5)
16
Q3 = 89,93125
DESIL
Desil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 10
bagian yang sama.
untuk data-nya menggunakan rumus sbb :

Gambar 1.5
Karena desil membagi letaknya sampai k : 1-10, dan
apabila harus menghitung sampai 10 mungkin terasa lelah, jadi disini saya Cuma
menghitung sampai 3 saja , disamakan dengan yang kuartil 1 – 3. Jadi :
k
= 1 >
D1 = L + i (k.n/10-F)
f
D1 = 48,15
+ 38,2 (1.50/10-20)
16
D1 = 48,15
+ 38,2 (50/10-20)
16
D1 = 48,15
+ 38,2 (5-20)
16
D1 = 48,15
+ 38,2 (-15)
16
D1 = 12,3375
k
= 2 >
D2 = L + i (k.n/10-F)
f
D2 = 48,15
+ 38,2 (2.50/10-20)
16
D2 = 48,15
+ 38,2 (100/10-20)
16
D2 = 48,15
+ 38,2 (10-20)
16
D2 = 48,15 + 38,2
(-10)
16
D2 = 24,275
k
= 3 >
D3 = L + i (k.n/10-F)
f
D3 = 48,15
+ 38,2 (3.50/10-20)
16
D3 = 48,15
+ 38,2 (150/10-20)
16
D3 = 48,15
+ 38,2 (15-20)
16
D3 = 48,15
+ 38,2 (-5)
16
D3 = 36,2125
PERSENTIL
Persentil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 100
bagian yang sama.
untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
Gambar 1.6
Sama
halnya dengan Kuartil dan Desil, biar disamakan saja, jadi saya menghitung ‘k’
nya dari 1 – 3 saja. Jadi :
k
= 1 >
P1 = L + i (k.n/100-F)
f
P1 = 48,15
+ 38,2 (1.50/100-20)
16
P1 = 48,15
+ 38,2 (50/100-20)
16
P1 = 48,15
+ 38,2 (0.5-20)
16
P1 = 48,15
+ 38,2 (19,5)
16
P1 = 94,70625
k
= 2 >
P2 = L + i (k.n/100-F)
f
P2 = 48,15
+ 38,2 (2.50/100-20)
16
P2 = 48,15 + 38,2
(100/100-20)
16
P2 = 48,15
+ 38,2 (1-20)
20
P2 = 48,15
+ 38,2 (-19)
16
P2 = 2,7875
k
= 3 >
P3 = L + i (k.n/100-F)
f
P3 = 48,15
+ 38,2 (3.50/100-20)
16
P3 = 48,15
+ 38,2 (150/100-20)
16
P3 = 48,15
+ 38,2 (1.5-20)
16
P3 = 48,15
+ 38,2 (-18,5)
16
P3 = 3,98125
B.
Gambar
Gambar 1
: Histogram Frekuensi
Gambar 2
: Poligon Frekuensi
Gambar 3
: OGIF (KURANG)
Gambar 4
: OGIF (LEBIH)
III.
KESIMPULAN/RINGKASAN
Jadi, dari pembahasan di
atas dengan
data ukuran file dari 50 foho Pemandangan, penulis
dapat menemukan hasil dari Histogram Frekuensi beserta grafiknya, Poligon
Frekuensi beserta grafiknya, ogif (kurang dan lebih) beserta grafiknya.Di samping itu, dapat menemukan hasil
dari:
mean (rata-rata) yaitu 76.52
median : 60,0875
modus : 17,59
dan ukuran letak dari :
1. Kuartil
Kuartil1 : 30,24375
Kuartil2 : 60,0875
Kuartil3 : 89,93125
2. Desil
Desil1 : 12,3375
Desil2 : 24,275
Desil3 : 36,2125
3. Persentil
Persentil1 : 94,70625
Persentil2 : 2,7875
Persentil3 : 3,98125
DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni, Dian. 2013. “Belajar Statistika Bersama”. Availabel: http://www.diananggraeni20.
blogspot.com/2013/09/distribusi-frekuensi-dan-grafik.html(URL)
Sarah,
Irsyad., Meisa, Yusti., dkk. 2012. Modul
Statistika dan Probabilitas I. UNPAD:Bandung.




masya Allah,ini tugas statistik ya
BalasHapus