jurnal statistik Nurkholis Abdul Majid(1306102)

PENGUKURAN  50 DATA FILE FHOTO PEMANDANGAN


Nurkholis Abdul Majid(1306102)
Program StudiTeknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email : 1306102@sttgarut.ac.id
Nurkholisabdulmajid@gmail.com




Abstrak - Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.

Kata Kunci-Perhitungan, ukuran file fhoto.

I.PENDAHULUAN

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic).
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta hitung cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.
Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum,
fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya.
Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

II.Landasan Teori

a.       Pengertian distribusi frekuansi
Adalah pengelompokkan data ke dalam beberapa kategori yang menunjukkan banyaknya data dalam setiap kategori, dan setiap data tidak dapat dimasukkan ke dalam dua atau lebih kategori. Distribusi frekuensi adalah susunan data dalam bentuk tunggal atau kelompok menurut kelas-kelas tertentu dalam sebuah daftar. Tujuan distribusi frekuensi ini yaitu :
·         Memudahkan dalam penyajian data, mudah dipahami, dan dibaca sebagai bahan informasi.
·         Memudahkan dalam menganalisa/menghitung data, membuat tabel, grafik.

b.      Jenis-jenis distribusi frekuensi
·         Distribusi frekuensi tunggal
Distribusi frekuensi tunggal merupakan urutan tiap-tiap skor, satuan-satuan unit dalam suatu data tertentu.
·         Distribusi frekuensi kelompok
Digunakan untuk data yang banyak jumlahnya. Karena data tidak lagi setiap skor tetapi dikelompokkan pada interval tertentu.

c.       Distribusi frekuensi kumulatif dan proporsi
·         Distribusi frekuensi tunggal
Kumulasi frekuensi adalah jumlah frekuensi untuk sejumlah data, baik secara keseluruhan atau sebagian. Bentuk kumulasi frekuensi ada dua yaitu kumulasi ke bawah (kumulasi dari data terkecil secara bertahap ke data yang terbesar) dan kukulasi ke atas (kumulasi yang dihitung mulai dari data terbesar secara bertahap ke data yang terkecil).
·         Distribusi frekuensi proporsi
Proporsi data diperoleh dari pembagian frekuensi suatu data dengan frekuensi total. Proporsi dapat berbentuk pecahan diantara 0 sampai 1 dan juga berbentuk persentase dari 0% sampai 100%.

d.      Langkah- langkah dari distribusi frekuensi
Mengurutkan data dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. Tujuannya untuk memudahkan dalam melakukan penghitungan pada langkah ketiga.
Membuat kategori atau kelas yaitu data dimasukkan ke dalam kategori yang sama, sehingga data dalam satu kategori mempunyai karakteristik yang sama.

Cara untuk membuat kategori yang baik :
·         Menentukan banyaknya kategori atau kelas sesuai dengan kebutuhan. Rumus Sturges
·         Menentukan interval kategori. Interval kategori atau kelas adalah batas bawah dan batas atas dari suatu kategori.
·         Melakukan penturusan atau pentabulasian dari data mentah yang sudah diurutkan ke dalam kelas interval yang sudah dihasilkan pada langkah ketiga.

e.       Penyajian Data / Grafik

Data yang sudah dikelompokkan dalam bentuk table distribusi frekuensi dapat disajikan dalam bentuk grafik supaya menjadi lebih menarik dan informative.

·         Batas kelas dalam suatu interval kelas atau kategori terdiri dua macam yaitu batas kelas bawah (lower class limit) yaitu nilai terendah dalam suatu interval kelas dan batas kelas atas ( upper class limit) yaitu nilai tertinggi dalam suatu interval kelas.

·         Nilai tengah kelas adalah tanda atau penciri dari suatu interval kelas dan merupakan suatu angka yang dapat dianggap mewakili suatu interval kelas. Nilai tengah kelas letaknya berada ditengah-tengah pada setiap interval kelas. Nilai tengah kelas diperoleh dengan menjumlahkan batas bawah dan batas atas kelas kemudian dibagi 2.

·         Nilai tepi kelas (class boundaries) adalah nilai batas antara kelas (border) yang memisahkan nilai antara kelas satu dengan kelas lainnya. Nilai tepi kelas diperoleh dari penjumlahan nilai atas kelas dengan nilai bawah kelas diatasnya dan kemudian dibagi dua. Nilai tepi kelas ada dua macam nilai tepi kelas bawah (lower class boundaries) dan nilai tepi kelas atas (upper class boundaries).

·         Frekuensi kumulatif menunjukan seberapa besar jumlah frekuensi pada tingkat kelas tertentu. Frekuensi kumulatif diperoleh dengan menjumlahkan frekuensi pasa kelas tertentu dengan frekuensi kelas selanjutnya.Frekuensi kumulatif dibedakan dalam dua bentuk yaitu frekuensi kumulatif kurang dari yang merupakan penjumlahan dari mulai frekuensi kelas terendah sampai kelas tertinggi dan jumlah akhirnya merupakan jumlah data (n).  frekuensi kumulatif lebih dari merupakan pengurangan dari jumlah.

-          Histogram
Histogram adalah grafik berbentuk batang yang digunakan untuk menggambarkan bentuk distribusi frekuensi. Histogram merupakan diagram balok, karena frekuensi disajikan dalam bentuk balok. Histogram menghubungkan antara tepi kelas interval pada sumbu horizontal (X) dan frekuensi setiap kelas pada sumbu vertical (Y).

-          Polygon
Polygon hampir sama dengan histogram , perbedaanya histogram menggunakan balok, sedangkan polygon menggunakan garis yang menghubungkan titik-titik yang merupakan koordinat antara niali tengah kelas dengan jumlah frekuensi pada kelas tersebut. Titik tengah kelas merupakan representasi dari karakter kelas dan nilai tengah ini menggantikan posisi interval kelas pada diagram histogram. Pada grafik polygon , sumbu horizontal merupakan nilai tengah kelas dan sumbu vertical adalah jumlah frekuensi setiap kelas.

-          Ogive
Kurva ogive merupakan diagram garis yang menunjukkan kombinasi antara interval kelas dengan frekuensi kumulatif. Kurva ogif menunjukkan frekuensi kumulatif pada setiap tingkat atau kategori. Sumbu horizontal pada kurva ogif menunjukkan tepi interval kelas dan sumbu vertical menunjukkan frekuensi kumulatif. Kurva ogive memudahkan kita untuk melihat frekuensi kumulatif baik dalam bentuk nilai absolute maupun nilai relative pada tingkat atau interval tertentu.

III,PEMBAHASAN
a.       Kerangka Kerja
Disini saya mengambil file fhoto Pemandangan yang berjumlah 50 data yang di ambil ukuran file nya yaitu
50 data file fhoto pemandangan
53
90
41
27
95
24
47
44
113
132
13
19
20
37
40
46
67
65
257
104
28
51
62
49
10
31
71
99
121
173
25
22
78
15
75
17
73
148
160
159
38
56
82
73
54
33
85
239
178
119
68

Tabel Distribusi Frekuensi :
1.      Menentukan jangkauan (range) dari data (R).
Jangkauan = data terbesar – data terkecil.
            R = 23910
            R = 229
2.      Menentukan banyaknya kelas (K).
K = 2k> n  ,  n : banyaknya data.
K = 26> 50  ,  65> 50.
K = 6.
3.      Menentukan panjang interval kelas.
Panjang interval kelas (i) = Jangkauan (R) / Jumlah Kelas (K)
i = 229/6
i = 38,16666667=38,2
4.      Menentukan batas bawah kelas pertama. Tepi bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data terkecil atau data yang berasal dari pelebaran jangkauan (data yang lebih kecil dari data data terkecil) dan selisihnya harus kurang dari panjang interval kelasnya.

Batas Bawah : 10

Tabel distribusi frekuensi realtif
Tepi Bawah
Tepi Atas
frequensi
f-Relatif
10
48,1
20
40%
48,2
86,3
16
32%
86,4
124,5
7
14%
124,6
162,7
4
8%
162,8
200,9
2
4%
201
239,1
1
2%


Hasil dan Pembahasan
Histogram Frekuensi

Histogram Frequensi
Tepi Bawah
Tepi Atas
Batas Bawah
Batas atas
Frequensi
10
48,1
9,95
48,15
20
48,2
86,3
48,15
86,35
16
86,4
124,5
86,35
124,55
7
124,6
162,7
124,55
162,75
4
162,8
200,9
162,75
200,95
2
201
239,1
200,95
239,15
1

Poligon frequensi


Poligon Frequensi
Tepi Bawah
Tepi Atas
Nilai Tengah
frequensi




10
48.1
29.05
20
48.2
86.3
67.25
16
86.4
124.5
105.45
7
124.6
162.7
143.65
4
162.8
200.9
181.85
2
201
239.1
220.05
1








Ogif
ogif
kurang dari
f. Komulatif
<9.95
0
<48.1
20
<86.3
36
<124.5
43
<162.7
47
<200.9
49
<239.1
50


ogif
lebih dari
f. komulatif
<9.95
50
<48.1
30
<86.3
14
<124.5
7
<162.7
3
<200.9
1
<239.1
0


IV. KESIMPULAN

             Dari setiap bahasan materi histogram, polygon, dan ogif, maka dapat disimpukan bahwa kita bisa lebih mudah membaca dan menggunakan sebuah tabel, baik dalam melihat nilai terkecil dan melihat nilai terbesar.

V. DAFTAR PUSTAKAtugas1306102.blogspot.id

[1]        Anggraeni, Dian. 2013. “Belajar Statistika Bersama.  Availabel: http://www.diananggraeni20. blogspot.com/2013/09/distribusi-frekuensi-dan-grafik.html(URL)


[2]        http://id.wikipedia.org/wiki/Fotografi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal DIstribusi Frequensi Data Numerik

jurnal Statistik pengunjung blog wirausaha shandal shop